ALF Menyelamatkan 100 tikus (putih) dan 18 primata di Italia

Beberapa bangunan memang tampak mustahil untuk diserang, namun hanya sedikit yang seperti itu. Harlan Italia adalah salah satu dari gedung tersebut, sebuah gedung yang dipenuhi dengan alarm-alarm dan kamera sekuriti. Di dalam tempat ini mereka membiakan hewan-hewan untuk eksperimentasi (vivisection). Harlan adalah salah satu dari pembiak terbesar bagi lab-lab penelitian Italia, yang juga bagian dari sebuah perusahaan multinasional dengan divisi-divisinya yang tersebar diseluruh bagian dunia. Pendapatan tahunan Harlan sebanyak 7 milyar euro adalah sebuah pernyataan yang tegas: vivisection adalah sebuah bisnis yang menguntungkan.
Menyadari bahwa curut, tikus, anjing-anjing, monyet, babi, serta kelinci berada di dalam kurungan, dengan kondisi yang terisolasi, tanpa simpati dan pelukan, menunggu dipindahkan menuju sebuah masa depan yang penuh penyiksaan, menginspirasikan kami untuk melakukan sebuah tindakan.

Malam itu tanggal 20 November, malam yang dingin tanpa bintang, sehening seperti kabut kami sampai menuju target kami, sebuah monumen yang menjijikan dari kerakusan manusia. Melalui sebuah bolongan di sistem ventilasi kami mendapatkan aksese menuju pelapon.
Dengan mengangkat beberapa bagian dari pelapon dan menggunakan tangga kami akhirnya berada disebuah ruangan dimana monyet dan tikus dikurung, tanpa menyalakan alarm yang terpasang dipintu. Ditempat itu kami berusaha mengeluarkan sebanyak hewan yang kami bisa, mengambil beberapa dokumen dan hal yang lainnya.
Harlan membiakan hewan tersebut dengan kondisi-kondisi spf, yang berarti aseptic: selusin kota-kotak plastik dibawah sebuah sistem udara yang difilter. Apa yang mereka lakukan terhadap hewan-hewan kecil ini adalah sebuah sadisme murni dan sangat bertentangan dengan ide penyelamatan manusia yang mereka buat untuk diri mereka sendiri. Di dalam divisi ini Harlan juga menawarkan kostumer-kostumer mereka sebuah persiapan operasi dari hewam-hewan tersebut: pemindahan organ ataupun mutilasi.
Terlebih lagi, kami juga mendokumentasikan kehadiran organ-organ tubuh di dalam refrigator mereka: curut yang otaknya rusak atau disali oleh pin, tikus-tikus dengan abdomen terbuka dan kelinci-kelinci yang kondisinya sudah sangat parah.
Di kurungan yang ramai dan berhimpitan tanpa ada jendela, ada sekitar 30an makaka sedang mencari kenyamanan, berhimpitan satu sama lain, dengan kondisi trauma dan tidak bahagia. Namun malam ini, hewan-hewan tersebut bertemu dengan manusia-manusia yang sangat berbeda, sebuah pelukan hangat yang akan membawa mereka jauh, jauh sekali. Ratusan tikus, banyak yang telah siap untuk dikirimkan, dan 18 makaka, sekarang ada ditangan kami, mereka telah bebas.
http://www.shac.net/ARCHIVES/2006/Dec/1.html
One Response to ALF Menyelamatkan 100 tikus (putih) dan 18 primata di Italia
Leave a Reply Cancel reply
-
Articles
- February 2012
- January 2012
- December 2011
- October 2011
- June 2011
- April 2011
- July 2010
- June 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- June 2008
- May 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- December 2007
- November 2007
- October 2007
- September 2007
- August 2007
- July 2007
- June 2007
- May 2007
- April 2007
- January 2007
- December 2006
- November 2006
- October 2006
- September 2006
- August 2006
- July 2006
- June 2006
- May 2006
- February 2006
- December 2005
- November 2005
- October 2005
- September 2005
- July 2005
- June 2005
- May 2005
- April 2005
- March 2005
-
Meta





hebat…semoga ini menjadi inspirasi untuk masyarakat Indonesia …karena primata yang dibunuh dalam laboratoriumdi eropa dan amerika, berasaln dari Indonesia…wake up…and act…