Seruan Aksi : Hari Tanpa Belanja 2006
Sudah lazim memang setiap menjelang hari perayaan Idul Fitri selalu disambut dengan suka cita bagi umat pemeluk agama Islam. Namun, di Indonesia yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam, ajang sukacita ini kerap kali dimanfaatkan oleh korporasi untuk memancing mereka menuju konsumerisme. Bukan hanya memancing, saat ini konsumerisme justru telah merebak dengan dahsyatnya ditengah-tengah budaya masyarakat Islam (atau bahkan umat-umat beragama lainnya pada hari-hari perayaan besar keagamaannya masing-masing).
Hal inilah yang mengundang kami untuk mencoba berbuat sesuatu agar budaya yang kian merusak ini setidaknya dapat berkurang atau bahkan dihentikan. Hari Tanpa Belanja adalah budaya baru yang senantiasa kami rayakan untuk mencoba menghentikan budaya konsumerisme yang sengaja diciptakan oleh kapitalis untuk mereduksi pemikiran seseorang bahwa ia butuh segalanya. Konsumerisme juga berarti masyarakat ditipu untuk mendapatkan image yang terbaik dalam lingkungan sosial bermasyarakat dengan cara berbelanja. Konsumerisme juga berarti masyarakat dibuat terhalusinasi bahwa tanpa belanja mereka tidak dapat bertahan hidup lebih lama lagi.
Hari Tanpa Belanja lazimnya selalu dikampanyekan pada akhir bulan November, namun di Indonesia kami merasa perlu meninjau ulang hari kampanye ini kehari yang kami rasa lebih tepat, untuk itulah kami menetapkan Hari Tanpa Belanja dikampanyekan pada hari Sabtu tanggal 21 Oktober 2006, atau 3 Hari menjelang hari raya Idul Fitri, dimana pada hari itu biasanya merupakan klimaks masyarakat Indonesia mendatangi pusat-pusat perbelanjaan didaerahnya masing-masing.
Kami menentang budaya konsumerisme karena kami percaya bahwa kehidupan manusia seharusnya diisi dengan saling mengisi dan bekerja sama antara satu dengan yang lainnya, dan bukan malah bersaing untuk mendapatkan image yang terbaik. Kami menentang karena budaya konsumerisme sengaja diciptakan oleh Kapitalisme, dan oleh karena itu konsumerisme ada sebagai wujud eksploitasi besar-besaran terhadap kemanusiaan. Oleh karena itulah kami merasa memiliki keharusan untuk terlibat aktif dalam mematikan budaya konsumerisme yang berarti juga akan memperlemah posisi kapitalisme dari kerakusannya.
Atas konsekuensi ini, kami akan hadir dipusat-pusat perbelanjaan untuk mengkampanyekan hal ini. Dukung kami dalam aksi ini dengan mengkampanyekan aksi serupa ditempat anda.Kampanyekan bahwa seharusnya masyarakat dapat benar-benar menyadari segala hal yang ingin mereka lakukan, kampanyekan bahwa masyarakat dapat hidup lebih baik TANPA KAPITALISME.
Info lainnya tentang Hari Tanpa Belanja :
- Hari Tanpa Belanja di Wikipedia Indonesia
- Situs Adbusters.org tentang Buy Nothing Day
- Situs Hari Tanpa Belanja di kunci.or.id
- Statistik Konsumsi

One Response to Seruan Aksi : Hari Tanpa Belanja 2006
Leave a Reply Cancel reply
-
Articles
- February 2012
- January 2012
- December 2011
- October 2011
- June 2011
- April 2011
- July 2010
- June 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- June 2008
- May 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- December 2007
- November 2007
- October 2007
- September 2007
- August 2007
- July 2007
- June 2007
- May 2007
- April 2007
- January 2007
- December 2006
- November 2006
- October 2006
- September 2006
- August 2006
- July 2006
- June 2006
- May 2006
- February 2006
- December 2005
- November 2005
- October 2005
- September 2005
- July 2005
- June 2005
- May 2005
- April 2005
- March 2005
-
Meta





Bagus kampen ini, Saya Mohd Shah Rizan, aktivis sosial dari Malaysia, memikirkan amat perlu kempen ini dilaksanakan dengan serius. Tenyata para multinational company membelanjakan sebanyak $USD 435 pada tahun 1998 untuk mengiklankan sesuatu produk atau perkhidmatan.. dan sebanyak 24 trilion pengguna membelanjakannya.., pasti budaya membeli ini sudah tidak mampu dikawal lagi.., malah lama kelamaan sumber alam akan semakin berkurangan dan terus hilang.
maka amat perlu kita menggerakkan kempen ini, malah perlu juga kita menggesa pengguna agar hidup tanpa perlu bergantung kepada membeli. Saya akan cuba bawa idea ini dan gerakkan diMalaysia.
terima kasih