PKL dijuluki “premanisme atas nama kemiskinan”, begitu menusuk hati setiap pedagang
Teruntuk semua yang bernyawa,
Demi tetesan keringat dan darah yang kami bendung menggunakan bejana kemiskinan untuk dipersembahkan diatas altar sesembahan Jibti dan Tagut, lalu mereka hisap bersama lintah-lintah yang terpilih oleh kami dalam pemilu. Kalian jerumuskan kamu dalam kubangan kesulitan yang melilit kusut,memenjarakan kehidupan yang dianggap layak dalam kungkungan aturan Perda. Kini kami hanya objek penderita yang olehnya dijadikan wacana berupa data statistik dalam pidato kenegaraan saja. Kami hanya menjadi alasan atas pembentukan kebijakan-kebijakan yang mengatas-namakan kesejahteraan rakyat pada sidang konspirasi politik cecurut demi mengeluarkan uang dari kas negara agar dapat mereka mark up nantinya.
Kini kami tak sempat lagi berpikir sesuatu yang bersifat global,tidak berpikir akibat munculnya IMF,AFTA,NAFTA,globalisasi,perdagangan bebas,pasar bebas, atau seluruh perbuatan korporasi neo-liberal, yang kami pikirkan hanya akan kah esok hari ada sesuap nasi yang akan melewati mulut-mulut terbuka ini untuk mengganjal perut-perut yang menderita kelaparan ini. Ketika kami hanya mengambil beberapa ruas jalan untuk mengais rejeki,kalian tetap mengusik kami dengan mengirim tingkatan preman berpangkat dan berseragam itu yang membabi buta menghancurkan dagangan kami layaknya berhala-berhala. Kami hanya ingin memperoleh kehidupan yang kami anggap layak,tidak menuntut untuk menaikkan tingkat stata sosial kami.
Setelah 1 jalan solusi untuk membebaskan kami dari julukan sampah masyarakat yaitu dengan berjualan karena ketiadaan lapangan pekerjaan,kalian tetap saja merenggutnya.yah meskipun ada pekerjaan tetap saja kami tidak mau memperolehnya dari privatisasi yang mengeruk harta negara. Bukannya kami memilih-milih pekerjaan,kami hanya tak ingin menjadikan negara ini sebagai negara yang paradoks. Setelah undang-undang no.13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan di revisi yang menimbulkan berbagai polemik dan seakan-akan merugikan pihak buruh terus saja dikumandangkan seraya orasi tak pernah diam mengutuk jusuf kalla.
Maaf kami keluar dari konteks kontemplasi, dilain pihak segelincir orang lebih suka pinggiran jalan yang kosong itu ditegakkan tiang-tinga spot iklan barang-barang kapitalis yang menstimulan konsumerisme hedonis. Mereka lebih senang di isi dengan parkiran mobil-mobil mewah yang income nya masuk ke dalam kas pemda. Kami mengaku bahwasanya kami memang melanggar aturan beberapa perda,terutama kami dibandung ini melanggar perda no.11 tahun 2005. Tapi mau bagaimana lagi,setidaknya yang kami lakukan hanya demi menyambung hidup meski itu hanya untuk esok hari. Lalu apa yang harus kamu lakukan setelah kamu diusir dari beberapa jalan itu ?,setelah tidak ada lapangan pekerjaan untuk kami. Haruskan menjadi mengemis,melacurkan diri,atau bahkan menjual beberapa organ vital kita sendiri.
Seolah kami tak punya jalan lain, tolonglah kami yang menghidupi keluarga dan ibu kami yang renta yang air susu nya tak lagi menetes untuk men-suplai pokok nutrisi bagi adik kami yang masih kecil. untuk meneruskan pendidikan kami yang terhambat karena jangankan untuk membayar sekolah,untuk membeli buku tulis saja sulitnya minta ampun. lalu apa kiranya yang harus kami lakukan ?? dan yang duduk berkuasa lakukan ??. Untuk pekerjaan menjadi kuli bangunan saja sekarang sudah jarang karena lahan tanahnya sudah disesaki gedung-gedung Mall, makanan cepat saji McD yang bertaburan disana-sini. Sedangkan saya yang berjualan ayam goreng di sekitar simpang dago merasa ironis sekali karena dihadapan dagangan yang kami jajakan berdiri kokoh bangunan Mcd cepat saji itu. Setelah keluar SMU saya tak melanjutkan kuliah karena terlampau mahal biaya nya jadi saya alihkan untuk pendidikan adik saya yang masuk SMU itu. Saya menggantikan orang tua bekerja karena ibu dan ayah tak sanggup lagi. bagaimana sekiranya yang harus saya lakukan ?? yang harus mereka lakukan??.
september, pelukis senja
-
Articles
- February 2012
- January 2012
- December 2011
- October 2011
- June 2011
- April 2011
- July 2010
- June 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- June 2008
- May 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- December 2007
- November 2007
- October 2007
- September 2007
- August 2007
- July 2007
- June 2007
- May 2007
- April 2007
- January 2007
- December 2006
- November 2006
- October 2006
- September 2006
- August 2006
- July 2006
- June 2006
- May 2006
- February 2006
- December 2005
- November 2005
- October 2005
- September 2005
- July 2005
- June 2005
- May 2005
- April 2005
- March 2005
-
Meta




